Idol

GOT7: Bagaimana Mereka Tetap Solid Tanpa Satu Agensi?

Banyak orang bilang kalau grup K-pop keluar dari agensi raksasa, itu adalah awal dari akhir perjalanan mereka. Biasanya, kalau kontrak habis dan member pencar ke agensi beda-beda, kata “disband” atau bubar tinggal nunggu waktu saja. Tapi, coba deh lihat GOT7. Grup yang satu ini benar-benar mendobrak semua aturan main dan stigma negatif tersebut.

Setelah mereka resmi angkat kaki dari JYP Entertainment di awal 2021, banyak netizen yang skeptis. “Ah, palingan cuma janji manis doang bakal tetap bareng,” begitu kira-kira komentar nyinyirnya saat itu. Tapi kenyataannya? GOT7 justru makin solid dan malah jadi “cetak biru” buat grup-grup junior soal gimana cara mempertahankan grup secara mandiri.

Momen Epik

Salah satu hal paling keren sekaligus mengharukan dari perjuangan mereka adalah soal hak merek dagang atau trademark. Kalian tahu kan, biasanya nama grup itu milik agensi. Tapi Jay B dan kawan-kawan nggak mau menyerah gitu saja.

Mereka berjuang secara hukum sampai akhirnya hak atas nama “GOT7” resmi jatuh ke tangan ketujuh member. Ini adalah momen sejarah di industri K-pop. Mereka nggak cuma keluar dari kantor lama, tapi mereka membawa “identitas” mereka pulang. Ini poin penting yang bikin tulisan tentang mereka jadi punya nyawa, karena ada perjuangan nyata di balik nama tersebut.

Jay B

Kalau kita ngomongin kesuksesan GOT7 bertahan, kita wajib angkat topi buat Jay B. Sebagai leader, dia nggak cuma fokus jadi solois atau produser yang eksploratif di bawah label barunya. Jay B itu ibarat jembatan.

Dia yang ngurusin dokumen-dokumen rumit, koordinasi sama tujuh agensi yang berbeda, sampai memastikan semua member punya visi yang sama. Lewat jalur musik independennya, Jay B menunjukkan kalau dia bukan sekadar performer, tapi musisi yang punya otak bisnis dan rasa tanggung jawab besar buat grupnya.

Jackson Wang dan Mark Tuan

Lalu ada Jackson Wang dengan Team Wang-nya. Jujur saja, Jackson bisa saja sukses besar sendirian tanpa embel-embel grup, melihat betapa raksasanya pengaruh dia di industri fashion dan musik global. Tapi setiap kali ditanya, Jackson selalu dengan tegas bilang, “Saya Jackson GOT7.”

Sama halnya dengan Mark Tuan yang memilih berkarier di Amerika Serikat. Meskipun dia punya kendali penuh atas manajemennya sendiri di sana, Mark tetap fleksibel buat balik ke Korea demi proyek grup. Komitmen mereka ini yang bikin fans (Ahgase) nggak pernah merasa ditinggalkan.

Jinyoung

Banyak yang khawatir waktu Jinyoung fokus ke dunia akting. Biasanya, kalau idol sudah nyaman jadi aktor, mereka bakal perlahan menjauh dari dunia panggung. Tapi Jinyoung beda. Walaupun dia gabung ke agensi khusus aktor yang jadwalnya padat banget sama syuting drama atau film, dia selalu menyisihkan waktu buat GOT7. Dia membuktikan kalau jadi aktor nggak harus mengubur identitasnya sebagai idol.

Trio Maknae

Jangan lupakan Youngjae, BamBam, dan Yugyeom. Mereka bertiga sekarang berada di tempat yang benar-benar menghargai warna musik mereka. BamBam dengan pesonanya yang luar biasa di variety show dan solo album yang “Catchy”, Yugyeom yang makin matang dengan musik R&B-nya, sampai Youngjae yang makin aktif di radio dan akting musikal. Mereka bertiga adalah contoh kalau keluar dari agensi besar justru bikin “warna” asli mereka makin keluar, tanpa harus terikat aturan konsep yang kaku.

Kenapa Mereka Bisa Berhasil?

Mungkin banyak yang tanya, “Kok bisa sih jalan terus padahal agensinya beda-beda?”. Jawabannya simpel tapi susah dilakuin: Komunikasi dan Respek. Mereka nggak punya bos tunggal lagi yang ngatur jadwal. Jadi, semua keputusan itu diambil lewat diskusi grup.

Mereka nggak cuma bergantung sama satu perusahaan besar, tapi mereka mengandalkan kemandirian finansial dan basis fans yang super loyal. Ahgase itu unik, mereka nggak cuma dukung musiknya, tapi mereka dukung kebebasan membernya.

Saat ini, GOT7 bukan lagi sekadar grup yang jago nari dan nyanyi. Mereka adalah sebuah kolaborasi dari tujuh individu sukses yang memilih untuk tetap berjalan bersama. Mereka mengajari kita bahwa sebuah hubungan kerja—atau bahkan persahabatan—bisa tetap awet asal ada niat dan usaha yang sama kuatnya.

Mereka sudah bukan lagi “produk” agensi, melainkan pemilik dari karier mereka sendiri. Inilah yang bikin nama GOT7 bakal tetap relevan dan dihormati di industri musik dunia untuk waktu yang sangat lama.

Jiselle Park

Hai, aku Jiselle, seseorang yang suka banget eksplor info seru dari dunia entertainment dan lifestyle Korea. Aku suka ngikutin comeback idol, review drama, dan tren fashion Korea yang lagi naik. Di hippysociety.com, aku bakal nulis berbagai cerita dan update Korea yang mudah kamu ikutin, jadi kamu ga ketinggalan hal-hal hits yang lagi ramai dibahas banyak orang.