Kalau kita bicara soal aktor laga, biasanya yang terlintas adalah sosok yang tinggi, ramping, dan jago bela diri akrobatik. Tapi Ma Dong-seok—atau yang secara internasional lebih kondang dengan nama Don Lee mendobrak semua standar itu. Dengan badan yang lebar bak pintu bioskop dan otot lengan yang mungkin lebih besar dari lingkar pinggang manusia normal, dia bukan cuma sekadar aktor. Dia adalah “genre” tersendiri dalam industri perfilman dunia.
Lahir di Korea pada tahun 1971, perjalanan hidup Ma Dong-seok sebenarnya jauh dari kata mulus. Sebelum namanya menghiasi poster film blokbuster, dia sempat merantau ke Amerika Serikat. Di sana, dia menjalani hidup yang cukup keras dan maskulin: mulai dari menjadi pelatih fisik petarung MMA legendaris seperti Mark Coleman dan Kevin Randleman, sampai bekerja sebagai pencuci piring. Pengalaman hidup di “jalan-jalan” inilah yang kemudian memberikan tekstur asli pada setiap peran yang dia mainkan di kemudian hari.
Karisma yang Tidak Bisa Dibeli
Banyak orang bertanya-tanya, apa sih yang bikin Ma Dong-seok spesial? Padahal dia nggak punya wajah “flower boy” khas drakor yang bikin hati meleleh. Jawabannya adalah karisma yang sangat membumi. Dia punya kemampuan unik untuk memerankan karakter yang terlihat sangat mengintimidasi tapi di saat yang sama terasa sangat lembut dan humoris. Di Korea, ia punya julukan “Ma-vely” (gabungan dari Ma dan Lovely). Kontras inilah yang menjadi “senjata rahasia” Ma Dong-seok.
Dia memulai karier aktingnya di awal 2000-an dengan peran-peran kecil sebagai preman atau polisi figuran. Namun, titik balik karirnya terjadi lewat film Train to Busan (2016). Di sana, dia memerankan seorang suami yang sangat mencintai istrinya dan menghajar zombie hanya dengan tangan kosong serta lakban di lengan. Dunia langsung terpana. Sejak saat itu, wajah Ma Dong-seok jadi jaminan bahwa film tersebut bakal penuh aksi seru dan tentu saja, adegan “kepret” yang memuaskan.
Film yang Viral “The Gangster, The Cop, The Devil”
Kalau kamu pengguna aktif media sosial, pasti pernah melihat cuplikan film The Gangster, The Cop, The Devil (2019). Perannya sebagai Jang Dong-soo, seorang bos mafia yang bekerja sama dengan polisi demi menangkap pembunuh berantai, benar-benar legendaris. Ada satu adegan ikonik di mana dia meninju karung tinju yang ternyata berisi manusia di dalamnya. Aura “badass” yang dia tampilkan di situ bukan cuma sekadar akting, tapi kerasa sampai ke tulang penonton.
Film ini bukan cuma sukses secara komersial, tapi juga diakui secara kritis hingga dibawa ke Festival Film Cannes. Bahkan, kabarnya Sylvester Stallone lewat rumah produksinya tertarik untuk me-remake film ini untuk versi Hollywood. Ini menjadi bukti bahwa Ma Dong-seok punya daya tarik universal yang melintasi batas bahasa dan budaya.
Menembus Film Hollywood dan Persahabatan dengan Angelina Jolie
Loncatan karier paling prestisius bagi seorang Don Lee tentu saja saat dia terpilih memerankan Gilgamesh dalam film Marvel Studios, Eternals (2021). Dia bukan cuma jadi aktor Korea pertama yang punya peran signifikan di jagat MCU, tapi dia juga membuktikan kalau aktor Asia bisa punya porsi fisik yang sejajar dengan superhero Barat.
Menariknya, di lokasi syuting Eternals, Ma Dong-seok menjalin hubungan yang sangat manis dengan Angelina Jolie. Jolie berkali-kali mengungkapkan bahwa Ma adalah sosok yang sangat protektif, ramah, dan punya energi yang menyenangkan. Kedekatan mereka bukan cuma buat promosi film, tapi nyata adanya. Ma bahkan memperkenalkan Jolie ke tunangannya (yang sekarang sudah jadi istrinya), menunjukkan betapa hangatnya kepribadian aktor bertubuh kekar ini di balik layar.
Ma Dong-seok bukan cuma modal badan besar. Dia adalah otak di balik kesuksesan franchise The Outlaws atau yang lebih dikenal dengan The Roundup. Lewat perusahaannya, Big Punch Pictures, dia terlibat langsung dalam pengembangan cerita dan produksi. Dia tahu betul apa yang diinginkan penonton: aksi yang brutal tapi punya bumbu komedi yang pas.
Franchise The Roundup bahkan menjadi seri film paling sukses dalam sejarah box office Korea Selatan. Ini membuktikan bahwa Ma Dong-seok punya insting bisnis yang tajam. Dia bukan cuma sekadar aktor yang menunggu panggilan syuting, tapi dia adalah pencipta konten yang paham selera pasar global.



